Sunday, December 11, 2011

Lidah Api Matahari
Terbitnya menandai hari telah pagi, dan terbenamnya menjadi awal datangnya malam. Sinarnya menerangi bumi. Panasnya menghangatkan setiap makhluk penghuni bumi. Dialah matahari, bintang paling terang dan paling dekat dengan bumi.
Jika kita mampu mendekati matahari,maka kita akan melihat bola raksasa yang sedang terbakar. Bahan bakarnya adalah gas helium. Ledakan demi ledakan selalu terjadi dipermukaanya, ibarat bom nuklir yang dijatuhkan setiap waktu. Ledakan inilah yang menghasilkan lidah api raksasa yang ukuranya 40 sampail 50 kali lebih besar dari bumi kita, ledakan inilah yang menimbulkan panas setinggi 6.000 derajat Celcius dipermukaan matahari. Panas yang lebih dari cukup untuk menghancurkan bumi dan seisinya.
Namun, Allah telah menciptakan jarak yang sempurna antara bumi dan matahari, yaitu sekitar 150 juta kilometer. Inilah jarak paling tepat. Karena pada jarak ini energi matahari yang sampai kebumi hanya tersisa 0,2% saja. Jumlah ini sangat cukup untuk mendukung kehidupan di bumi. Andai saja matahari lebih dekat ke bumi,meungkin semua yang ada di bumi akan menguap dan terbakar. Sebaliknya, apabila jaraknya lebih jauh dari pada saat ini, permukaan bumi akan tertutupi es.
Maka, ketika pada februari 2011, peneliti menentukan luncuran lidah api matahari yang terbesar, kita tak perlu heran. Inilah salah satu peringatan Allah kepada manusia bumi. Andai saja Allah berkehendak , bisa saja Allah menciptakan lidah api yang bisa mencapai kebumi yang menghancurkan kehidupan diatasnya.
”Dan dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),” (QS.An Nahl: 12)

Sumber: Ar-Risalah/ No.118/Vol.X/10 Robiul Tsani-Jumadal Ula 1432 H/April 2011/ Kauniyah

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.