Wednesday, December 7, 2011

Gumpalan Air Ribuan Ton
Lihatlah gumpalan awan diangkasa. Mereka tampak ringan, seperti kapas bergumpal. Terbang melayang tertiup awan.
Apakah mereka benar-benar ringan? Tentu saja tidak, karena awan terbentuk dari butiran-butiran air yang mencapai berat 300.000 ton. Kita baru sadar akan banyaknya air yang terkumpul di awan saat turun hujan lebat.
Setiap hari, ribuan ton air menguap dari laut, danau, sungai, dan muka bumi lainya. Karena lebih ringan dari udara, uap air naik keatas, pada ketinggian tertentu, uap air dalam udara yang panas tercampur dengan udara yang dingin, dan berubah menjadi butiran-butiran air dan membentuk awan.
Allah menurunkan hujan dari awan raksasa ini untuk memberi kehidupan bagi bumi. Dalam Al-Qur’an, Allah telah memberitahukan bagaimana awan menyebabkan hujan:
”Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, Kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, Kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”(QS.An Nuur:43)
Air hujan yang turun kebumi amatlah jernih dan bersih. Ia juga mengandung sejumlah kecil garam dan mineral-mineral. Hal ini merupakan rahmat dari Allah. Karena tanah menerima garam dan mineral yang ia perlukan dari hujan.
”Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang amat bersih,”
(QS.Al-Furqan:48)
Andaikan saja air dalam lautan mengandung lebih banyak dari garam, maka air hujan menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan. Jika air hujan sangat asin (mengandung garam lebih banyak) ia akan membuat layu tanah dan tumbuh-tumbuhan, yang akan menyebabkan kematian seluruh makhluk hidup. Namun, hal ini tak pernah terjadi,karena Allah sangat sayang kepada umat manusia.
”Maka Terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau kamikah yang menurunkannya? Kalau kami kehendaki, niscaya kami jadikan dia asin, Maka mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS.Al-Waqi’ah: 68-70)
Sumber: Ar-Risalah/ No.101/Vol.IX/5 Dhulqo’dah – Dhulhijjah 1430 H/November 2009/ Kauniyah

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.