Wednesday, December 21, 2011

DAMPAK NEGATIF AUDIO VISUAL
Oleh: Ibnu Sudar al-Jatimy


Pada penghujung peradaban modern di jaman teknologi yang serba canggih baik di dalam sektor perhubungan dan media komunikasi, masyarakat sangatlah memanfaatkan sarana teknologi tersebut untuk mendapatkan hasil yang mereka capai dengan nilai memuaskan.
Kekuatan dunia pun untuk mengendalikan rotasi dengan skala Internasional untuk mempola opini masyarakat internasional hanya memanfaatkan media komunikasi dengan mengolah sedemikian rupa di balik layar hingga masyarakat dunia mengikuti misi serta pola dan gaya yang mereka inginkan.
Dalam memegang peranan internasional diciptakanlah media elektronika yang dikemas sedemikian cakap hingga sangat dikenal dengan cepat di kalangan masyarakat, tersebutlah beberapa piranti keras yaitu media komunikasi radio dengan proses suaranya, begitu pun media layar kaca dengan proses suara dan gambarnya yang sangat digandrungi masyarakat Internasional. Maka diproduk adanya acara yang di miniatur di Stasiun lalu dipancarkan keseluruh dunia melalui satelit, diterima dilayar kaca melalui sinyal dan gelombang yang sama dan diproses melewati komponen-komponen elektronik maka keluarlah gambar sebagaimana dalam center Stasition, maka dengan mudah masyarakat menikmati acara baik tingkat Nasional ataupun manca Negara yang disajikan tanpa mengeluarkan pinansial yang begitu banyak.
Dengan berbagai acara yang mereka sajikan untuk dinikmati oleh para pemirsa baik berita Internasionalnya ataupun acara-acara hiburan yang lain selalu menggigit di berbagai kalangan baik kawula muda dan tua dari laki-laki dan perempuan, yang mereka putar sesuai kesukaanya.

Dari study yang ada Servei telah membuktikan bahwa masyarakat saat ini labih cenderung pada acara-acara hiburan dengan memutar menurut kemauannya dari berbagai acara, hal ini telah disebutkan oleh Askurifai Baksin salah seorang dosen Fikom Unisba, Praktisi PH dimedia cetak Republika hari Ahad 24 Februari 2002 dalam rubriknya Catatan media dengan tema Hiburan dan ketahanan Budaya bahwa pasalnya: “Dengan bertambahnya stasiun tv saat ini maka ragam acara hiburan juga semakin banyak, ini memuncukan gelombang baru di mata khalayak, yakni standar favorit stasiun tidak lagi diukur dari tayangan beritannya, tapi justru pada acara hiburannya, contoh, kini Popularitas SCTV bukan karena liputan 6 nya tapi justru pada FTV-nya juga Indosiar bukan pada sosok fokusnya, tapi pada acara kuiz siapa beraninya. ANTV bukan pada acara Cakrawalanya tapi MTV-nya dan TPI tetap masih mengandalkan tayangan dangdut, meskipun stasiun ini berusaha merubah Imej untuk menengah keatas. Mengapa ada pergeseran selera khalayak?, tidak lain karena dilihat dari sisi berita di TV cenderung punya warna sama, juga hiruk pikuk poitik yang menjadi sajian utama berita kurang diapresiasi khalayak terutama karena masyarakat kita lebih asyik menonton hiburan yang pedas dari pada pertikaian politik tingkat atas yang tak kunjung reda”.

Untuk mencapai misi yang diinginkan untuk merusak pola, budi pekerti serta akhlaq karimah para khalayak maka di pancarkanlah hiburan-hiburan yang menusuk Syahwat dan mengembangkan Syubuhat (baca: keragu-raguan) tersebutlah kali ini generasi modern lebih gandrung and loving tentang film Britney Spears salah satu bintang film crossroads di Amerika serikat, film tersebut menyajikan beberapa adegan ketika Britney bernyanyi, termasuk menyanyikan lagu Bye, Bye, Bye bersama pacarnya Justin Timberlake yang anggota grup Nsync, pun khalayak lebih kenal dan faham betul dengan tayangan film-film barat True Hollywood TV7, Gitaris Deep Purple, Steve Morse, Madonna, Duet Michael Jackson dengan menayangkan adegan-adegan ciuman, pelukan, syur yang seharusnya tidak ditampilakan Vulgar yang dapat merusak keseimbangan moral dan membinasakan budi pekerti yang fitroh.
Tak pelak, Pada Transportasi hiburan didalam negeri di semua lini masyarakat baik kawula muda pun kawula tuanya yang tidak mau ketinggalan mereka disuguhi trash movie gaya telenovela bertajuk belahan hati, sinetron panjangan yang diproduksi oleh pearsonTelevis.

Hal ini pernah di katakan oleh N. Syamsyudien ch Haesy di darian republika Minggu 10 Maret 2002 Hal dengan perkataan beliau :”Proses pembebalan terhadap umat Islam kini tengah secara sadar dilakukan oleh banyak pihak, melalui tayangan sinetron. Ironisnya umat Islam sebagai pemirsa pasif dengan siaran televisi maka tak sadar tengah diseret kepada sajian hiburan yang amat membanting akal sehat dan membekap nurani, senetron-senetron itu diadaptasi begitu saja dari cerita-cerita tidak masuk akal dan disutradarai para pembuat film rongsokan, Sinetron yang sama sekali mengabaikan akhlaqul karimah dan dimainkan para bintang sinetron yang kehilangan kecerdasan, para bintang senetron yang hanya memburu popularitas dan uang tanpa kesadaran budaya untuk menghormati khalayak pemirsa”.
Berbagai acara yang dipancarkan oleh stasiun pusat yang menjurus pada perusakan akhlaq dan menambah gejolak hawa nafsu dan membangkitkan seksual maka kondisi skala Nasional pun lebih banyak dihuni para generasi yang jauh dari budi pekerti yang baik dan nilai Islam hal ini sebagainama kondisi negara-negara yang membebaskan adegan free sex, permisif dan syur maka akibat yang paling fatal dan bahaya yang jauh lebih besar bagi masyarakat modern yaitu tercerai-berainya dan kehancuran bahkan berputar sampai seratus delapan puluh drajat pada kebinasaan maka timbul adanya kasus perkosaan, Tersebutlah sebagai contoh yang riil dari data statistik di Amerika dalam sebuah buku yang berjudul Crime U.S.A terbitan pemerintah federal Amerika “Setiap kasus perkosaan yang ada selalu dilakukan dengan cara kekerasan dan itu terjadi di Amerika setiap emam menit sekali yang terjadi pada tahun 1988, dalam buku yang sama juga disebutkan :
1. pada tahun 1978 di Amerika terjadi sebanyak 147.389 kasus perkosaan
2. Pada tahun 1979 di Amerika terjadi sebanyak 168.134 kasus perkosaan
3. Pada tahun 1981 di Amerika terjadi sebanyak 189.045 kasus perkosaan.
Maka bagaimana dengan dampak negatif yang terjadi di skala dalam negeri? survei membuktikan dengan adanya adegan yang dinikmati oleh para pemirsa dan generasi modern lewat berbagai media elektronika lebih miningkatkan gejolak seksual.
Dari kajian tersebut maka dapat di tarik benang merah bahwa dampak Negatif yang paling besar yang ditimbulkan dari media Elektronik dengan memilih tayangan hiburan yang paling disukai dengan Pampang aurat serta adegan-adegannya sangat merusak keseimbangan fitroh yaitu :
perzinaan.
Islam telah melarang seseorang mendekati zina apalagi melaksanakan karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Hal ini Allah Subhanahu wata’ala terlah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat :32
وَ لَا تقَرْبَوُا الزِّنىَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِسَةً وَ سَاءَ سَبِيْلًا
Yang artinya : “dan janganlah kamu mendekati Zina sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuaatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
Dan Allah berfirman dalam surat al-Furqan : 68-70 artinya “dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barang siapa yang yang melakukan demikian itu, niscaya ia dapat pembalasan dosa (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja yang bertaubat”.
Rasulullah Shalallahu ‘alai wa sallam bersabda : artinya : “Tidaklah beriman seorang pezina itu ketika berzina, Tidaklah beriman seorang pencuri itu ketika mencuri. Tidaklah beriman seorang seorang yang menenggak arak itu ketika menenggaknya. Dan tidaklah beriman orang yang merampas harta yang tinggi nilainya karena orang-orang memandangnya itu ketika merampasnya.”
Ketika Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah, “Apakah dosa yang paling besar disisi Allah ta’ala?” beliau menjawab, “yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal dialah yang menciptakanmu. Sungguh itu sangatlah besar. Lalu apa lagi? Tanyaku kembali, beliau menjawab, “yaitu kamu membunuh anakmu karena takut jika kelak ia makan bersamamu. lalu apa lagi, “tanyaku. Beliau menjawab, “yaitu kamu berzina dengan istri tetanggamu. Maka Allah menurunkan pembenaran dari sabda beliau surat Al-Furqan 68-70.
Dalam Riwayat tentang hadist tidur disebutkan oleh Imam Bukhari dari Samurah bin jundub bahwa Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam didatangi oleh malaikat jibril dan mikail. Beliau berkisah, “kami berangkat pergi hingga pada suatu tempat semisal tanur bagian atasnya sempit sedangkan bagaian bawahnya luas. Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami menengoknya, ternyata disitu banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka dijilat api yang ada dibawahnya mereka melonglong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya, “wahai jibril siapakah mereka?’ jibril menjawab,”mereka adalah pezina perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat.”
Desebutkan pula dalam tafsir di surat al-Hijr: 44 bahwa jahannam itu ‘memiliki tujuh pintu’ dalam hal ini Atha’ berkata: “pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya.”
Ibnu Zaid salah seorang imam dalam bidang tafsir berkata: “sesungguhnya bau kemaluan para pezina itu benar-benar menyiksa para penghuni neraka.”
Disebutkan pula dalam riwayat bahwa barang siapa meletakkan tangannya pada seorang wanita dengan disertai syahwat, pada hari kiamat nanti akan datang dengan tangan terbelenggu di leher. Jika ia menciumnya, kedua mulutnya akan digadaikan dineraka, dan jika berzina dengannya, pahanya akan berbicara dan bersaksi pada hari kiamat nanti. Ia akan berkata, “Aku telah berbuat sesuatu yang haram.” Maka Allah akan memandangnya dengan pandangan murka. Pandangan Allah ini mengenai wajah orang itu dan iapun mengingkarinya. Ia malah bertanya, “apa yang telah aku lakukan? “Tiba-tiba seraya bersaksi , Lidahnya berkata, “aku telah mengucapkan kata-kata yang haram,” Kedua tangannya besaksi, “Aku telah memegang sesuatu yang haram.” Kedua matanya bersaksi, “Aku telah melihat yang haram,” Kedua kakinya juga, “Aku telah berjalan menuju yang haram,” Kemaluannya berkata, “Aku telah melakukannya.” Malaikat penjaga berkata, “Aku telah mendengarkannya,” yang satu lagi berkata, “Aku telah melihatnya” Akhirnya Allah berfirman, “Adapun aku telah mengetahui semuanya dan menutupinya,” selanjutnya Allah berfirman, “Wahai para malaikat-Ku, bawa orang itu dan timpakan kepadanya adzab-Ku. Akau sudah teramat murka kepada seseorang yang tidak punya malu kepada-Ku.”
Referensi :
Al-KabairEdisi Indonesia Dosa-Dosa besar, Imam adz-Dzahabi.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.