Monday, January 10, 2011


Antara yang Wajar dan Yang tak Wajar
Oleh : Trimo Setio
*      Bersentuhan,Berjabat tangan dan bergandengan tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram
Zaman sekarang seakan orang sudah menyepelakan suatu yang penting saat semua orang merasa suci dan tidak memiliki dosa tapi tahukan kamu di zaman yang akhir ini orang sering kali tidak menyadari sedang berbuat suatu kesalahan (dosa) sebagai contoh saat kita bertemu dengan orang yang bukan mahram saja seringkali  mereka berjabat tangan tapi benarkah hal itu ataukah wajarkah hal tersebut kalau dizaman akhir ini hal tersebut wajar-wajar saja dan dianggap hal yang biasa tapi tahukan kalian apa hokum tentang menyentuh wanita yang bukan mahram? Berikut adalah hadist dari Iman Thabrani “Sungguh kepala salah seorang diantara kalian ditusuk jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh perempuan yang tidak halal bagi kalian.” HR.Thabrani
 Subhanallah sungguh perumpamaan yang sangat mengerikan bukan ? hadist  tersebut menunjukan bahwa betapa pedihnya siksa yang diberikan kepada laki-laki yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya apa lagi berjabat tangan itu bukan lagi menyentuh tapi bersentuhan secara sengaja dan banyak remaja di zaman yang akhir ini mereka saling bergandengan tangan dengan pacar atau kekasihnya yang belum tentu menjadi istrinya dan bahkan ada pula yang rela memberikan segalanya untuk sang kekasih tercinta walau itu kehormatanya sungguh pemandangan yang miris dizaman yang akhir ini.
Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram dalam Buku Mereka bertanya Islam menjawab dari Prof. Dr. Shalah Shawi menyebutkan bahwasanya para ulama sepakat bahwa maksud adanya larangan berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram dalam Islam adalah untuk mencegah peluang terjadinya fitnah karena kecenderungan antara laki-laki dan perempuan, serta serta melindungi kehormatan wanita dalam masyarakat islam. Dengan demikian perempuan tetap bermartabat seperti halnya mutiara yang tersimpan baik.
*      Merayakan ULTAH
Kado,lilin,kue,do’a sebelum meniup lilin,nyanyian “Happy birthday”dan  ucapan met ultah, seringkali muncil disaat kita sedang berulang tahun atau pada tanggal dan bulan kita lahir, Merayakan ulang tahun sepertinya sudah menjadi tradisi orang yang mencakup hampir seluruh dunia termasuk diantaranya umat ISLAM tapi adakah contoh dan dalil yang menyebutkan tentang merayakan ulang tahun? Dan dari manakah asal mu asal dari perayaan ulang tahun tersebut karena hal ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar,padahal ultah sebenarnya bukan dan tidak wajar dalam ISLAM.

Beriktut adalah artikel yang menjelaskan tentang masalah perayaan ultah yang dikutip dari majalah Ar-Risalah
Tidak jelas dari mana asalnya tapi konon katanya tradisi ualgn tahun berasal dari kaum pagan di zaman yunani kuno,konon mereka dahulu mempersembahkan kue mereka ke Artemis, yang diyakini sebagai Dewi Bulan.oleh sebab itu kue dibuat bundar seperti penampakan Bulan Purnama,sedangkan lilin yang berada diatasnya bertujuan agar kue tersebut bersinar seperti bulan ada pula yang menyebutkan sebagai bintang yang bersinar mengelili bulan ada pula tafsiran bahwa lilin tersebut adalah symbol terangnya kehidupan,konon katanya asap dari lilin akan membawa pengharapan mereka ke surga,. Cara meniup semua lilin dalam satu napas yang jika bisa padam semua, konon akan menjadi pertanda keinginan akan terkabul, dan orang tersebut diyakini akan memperoleh nasib yang baik ditahun mendatang. Ada juga mitos bahwa memakan cake roti yang dibentuk kata-kat yang diatas kue ultah, maka akan menjadi kenyataan. Maka biasanya ada tulisan “Happy Birthday”  diatas kue yang akan menjadi rebutan karena diyakini akan membawa keberuntungan. Sejarah asal-usul maupun penafsiran diatas bisa saja salah . tapi tidak mungkin ritual  yang dilakukan secara turun temurun itu hanya sekedar  kebetulan atau iseng semata, tanpa adanya pesan-pesan symbolic.
Yang pasti, asal usulnya bukan dari ISLAM ,ritualnya bukan cirri khas Islam, bahkan hampir bisa dipastikan itu ritual dari tradisi musyrikin penyembah berhala,jikalah ada yang memodifykasi ulangtahunya dengan menyisipkan pesan islami atau symbol islami seperti diawali dengan dzikir,sebelum meniup lilin berdo’a, atau tambahan kata-kata Arab,  maka tidak lantas merubah statusnya menjadi tradisi yang islami, karena islam telah memiliki cara tersendiri dalam berdo’a maupu dalam beribadah. Mengikuti cara dan tradisi yang menjadi cirri khas suatu kaum diingatkan oleh Nabi,
Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Maka menyerupai cirri khas penyembah berhala akan digolongkan kedalam golongan penyembah berhala, wal ‘iyadzu billah (Abu Umar Abdillah,)
So masikah kalian ingin merayakan hari ultah mu???

*      Saling mengejek mencaci-maki
Saling mengejek dan mencaci maki sudah menjadi tradisi  setiap remaja dan bahkan sepertinya sehari tidak mengejek temanya ada yang tidak bisa hal ini mungkin sudah wajar dizaman ini tapi tahukah kalian bahwa mengejek dan mencaci maki bisa menjadi boomerang buat kalian?
Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim)
Walaupun mungkin hanya untuk bercanda ataupun bersenang –senang saja tapi patutu kita berhati-hati agar tidak mengejek atau mencaci orang lain ini dimaksudkan agar kita lebih berhati-hati dalam berbicara ataukah diam saja seperti pada beberapa hadis berikut tentang keutamaan diam :
Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat. (HR. Ahmad)

*      Hilangnya Sifat malu

Malu suatu kata yang zaman ini mungkin sudah tidak wajar lagi kalah pamor dengan yang namanya GAUL,ALAY dan LEBAY tapi tahukah kalian ternyata tidak ada salahnya dan bahkan dianjurkan dalam diri orang muslim harus ada sifat malu karena ada beberapa hadist yang menyebutkan sebagai berikut :

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Malu adalah sebagian dari iman." Muttafaq Alaihi.

Dari Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Di antara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu." Riwayat Bukhari.

Tapi dalam kehidupan real nya malu sudah mulai dilupakan karena ada yang berpendapat malu udah ketinggalan zaman, seperti tidak tahu malu remaja sekarang khususnya remaja muslim sepertinya ikut terinfeksi dengan Virus Tidak Tahu Malu, seperti halnya artis-artis mereka sering dijumpai NARSIS di beberapa situs social dengan wajah sok imut (soim) mereka berfoto layaknya artis ternama bahkan ada beberapa diantara mereka yang tidak menggunakan Hijab selayaknya muslim bahkan ada yang sampai mengenakan pakaian yang tidak mencerminkan bahwasanya dia bukan seorang muslim.
Mau tidak mau kita tidak bisa memungkiri bahwa gambaran dari remaja muslim hampir seperti itu walau tidak banyak tapi hal tersebut bisa berakibat buruk untuk perkembangan muslim ada beberapa diantara mereka lebih mengenal budaya barat dibandingkan dengan budaya muslim itu sendiri  bahkan ada seorang anak muslim yang tidak tahu jati  diri mereka sehingga pada masa remaja mereka mencoba untuk  mencari jati diri mereka sendiri yang sudah jelas jika kau seorang muslim maka jati diri kau muslim, bahkan ada ha;l yang sangat disayangkan malu sering kali disalah gunakan dan penempatan seperti seorang remaja muslim yang katanya malu untuk mengikuti kajian islam, dan lebih memilih hidup dengan berhambur-hamburan uang.,tawuran,dll

*      Mata dibutakan oleh Harta
Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)
Setiap orang pasti menginginkan hidup yang layak dan bergelimangan harta dari orang miskin hingga orang yang kaya,pengangguran ataupun pekerja,wiraswasta hingga PNS,dari orang kecil hingga yang berkuasa,
hal ini mereka tunjukan dengan bekerja dan bekerja tapi yang disayangkan ada beberapa hal yang dilupakan pada pekerjaan atau cara mencari uang tersebut seringkali mereka tidak menghiraukan caranya apakah haram ataukah halal yang penting bagi mereka adalah harta-harta dari cara dengan kekerasan seperti merampok dan tidak segan membunuh saudaranya sendiri hanya demi harta, ataupun dengan cara halus yaitu korupsi menjadi mavia pajak seperti pada kasus gayus.berikut adalah beberapa hukuman untuk orang yang mencuri menurut  Kitab Hudud
o   Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. memotong tangan pencuri dalam (pencurian) sebanyak seperempat dinar ke atas. (Shahih Muslim No.3189)

o   Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Pada zaman Rasulullah saw. tangan seorang pencuri tidak dipotong pada (pencurian) yang kurang dari harga sebuah perisai kulit atau besi (seperempat dinar) yang keduanya berharga. (Shahih Muslim No.3193)

o   Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah memotong tangan seorang yang mencuri sebuah perisai yang berharga tiga dirham. (Shahih Muslim No.3194)

o   Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah melaknat seorang pencuri yang mencuri sebuah topi baja lalu dipotong tangannya dan yang mencuri seutas tali lalu dipotong tangannya. (Shahih Muslim No.3195)

o   Memotong tangan pencuri baik dia orang terhormat atau tidak dan larangan meminta syafaat dalam hukum hudud
Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa orang-orang Quraisy sedang digelisahkan oleh perkara seorang wanita Makhzum yang mencuri. Mereka berkata: Siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Siapa lagi yang berani selain Usamah, pemuda kesayangan Rasulullah saw. Maka berbicaralah Usamah kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Apakah kamu meminta syafaat dalam hudud Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidato: Wahai manusia! Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kamu ialah, manakala seorang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun bila seorang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka akan melaksanakan hukum hudud atas dirinya. Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya. (Shahih Muslim No.3196)
Sungguh menggelikan meilhat tingkah polah para koruptor uang bertrilliunan sedang dalam proses persidangan eh tak taunya bisa jalan-jalan mungkin penjara Negara ini ada penjara yang ada paket jalan-jalanya ya khusus untuk para koruptor tapi lebih anehnya maling 1 ayam dihukum 3bulan tanpa jalan-jalan haha… inikah keadilan?
            Demikianlah beberapa contoh dari yang wajar tapi sebenarnya tak wajar dan yang tak wajar malah itupun yang wajar hidup dizaman yang akhir ini harus pintar-pintar memilih dan haruslah memupuk iman kita dengan Ilmu dan hindarilah dari sikap yang mudah puas dan ankuh karena hal itu juga bukan akhlak yang baik. Manfaatkanlah hidup yang hanya sementara yang seperti diibaratkan dalam suatu hadist  sebagai berikut :
Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya. (HR. Ibnu Majah)
            Dan jika kau berada diatas janganlah kau sombong karena suatu saat kau juga akan merasakan kau dibawah karena roda kehidupan teruslah berputar. Demikian pula jangan kau sering menghayal ataupun melamun jika kau dalam kesulitan atau  merasa di bawah janganlah kau melihat keatas tapi lihatlah kebawah seperti pada hadist berikut
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tiak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu." Muttafaq Alaihi.

2 comments:

  1. Makasih Ukhti .......namun semua itu untuk dipraktekin di Zaman sekarang ini sangat susah ....

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.