Sunday, July 17, 2011

Ukhuwah bukan pelangi yang indah hanya sekejap,Ukhuwah bukan matahari yang menemani setengah hari, Ukhuwah adalah hati yang melekat dan ada dalam jiwa, Dunia ini ada karena ada ukhuwah yang saling member tiada batas.

UKhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan di bibir,tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam do’anya.
Kenapa kita menutup mata ketika berdo’a? ketika tidur?ketika menangis?
Karena hal terindah bukanlah melihat dengan mata, tapi merasakan dengan hati. Hati adalah mata yang tak pernah tertutup.

Jangan pernah kita sesali kehidupan hari ini, namun sesalilah ketika kita tidak punya amal hari ini, yang dapat kita banggakan dikehidupan nanti.

Andaikan da’wah bisa tegak dengan seorang diri, tidak perlu Musa mengajak Harun, tidak perlu pula Rosululloh mengajak Abu Bakar menemaninya hijrah. Meskipun pengemban da’wah itu seorang ‘alim, fakih dan memiliki azzam yang kuat, tetap sajaia manusia lemah dan akan selalu membutuhkan saudaranya meski saudaranya itu punya banyak keterbatasan.

Ketika kenyataan tak seperti apa yang kita impikan, yakinlah bahwa ALLAH telah memberikan suatu kenikmatan lain yang lebih bermanfaat bagi kita.
Tidak ada satupun yang lebih berharga pada seorang dari pada ketabahan atas musibah dan kesabaran atas kebiadaban.

Janganlah anggap sesuatu yang kecil pun tidak ada manfaatnya karena tidak ada sesuatu didunia yang tidak bermanfaat walaupun itu kecil.


Apabila kita merasa letih karena berbuat kebaikan maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan itu yang akan terus kekal. Dan sekiranya kita bersenang-senang dengan Dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan terus kekal.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.